Artikel

Cara Menyusun Laporan Keuangan Sederhana untuk Pengajuan KUR UMKM dengan Riwayat QRIS Ezeelink

Laporan keuangan UMKM dari riwayat transaksi QRIS

KUR itu peluang, tapi laporan keuangan yang acak-acakan sering jadi penghalang yang nyebelin. Tapi kalau pakai QRIS Ezeelink, Anda bakal praktis dan cepat susun laporan keuangan sederhana buat ajuin KUR UMKM. 

Yuk, cek gimana caranya QRIS Ezeelink bisa bikin proses ini lebih praktis!

Apa itu KUR UMKM?

KUR UMKM adalah bantuan pembiayaan dari pemerintah buat para pelaku usaha kecil yang butuh modal tapi sering mentok di syarat agunan. Program ini dibuat supaya UMKM tetap bisa berkembang tanpa pusing cari jaminan besar atau bunga tinggi.

KUR cocok banget buat UMKM yang usahanya produktif, layak, dan butuh dorongan modal biar bisa naik level. 

Kenapa UMKM Perlu Laporan Keuangan untuk KUR?

Checklist rekap transaksi untuk pengajuan KUR

Sebagai rujukan resmi, FAQ KUR menjelaskan KUR sebagai pembiayaan bersubsidi pemerintah untuk pelaku usaha produktif. Untuk sumber transaksi digital, Bank Indonesia menjelaskan QRIS sebagai standar QR Code pembayaran nasional. Riwayat transaksi QRIS dapat membantu UMKM menyusun bukti arus kas yang lebih rapi.

  • Unduh riwayat transaksi QRIS sesuai periode yang ingin diajukan.
  • Pisahkan pemasukan harian, pengeluaran operasional, dan saldo akhir.
  • Cocokkan laporan dashboard QRIS dengan mutasi rekening settlement.
  • Simpan bukti transaksi besar atau transaksi yang perlu penjelasan tambahan.
  • Susun ringkasan omzet bulanan agar mudah dibaca pihak pembiayaan.

Bank butuh bukti kalau usahamu benar-benar jalan dan kamu bisa ngatur uang dengan baik. Laporan keuangan jadi cara paling cepat buat nunjukkin itu semua. 

Dokumen ini bantu bank lihat apakah bisnis Anda  stabil, sehat, dan mampu bayar cicilan tepat waktu. Laporan ini juga meningkatkan kepercayaan bank sebagai pemberi pinjaman. Semakin rapi laporannya, semakin cepat proses evaluasinya.

Intinya, laporan keuangan adalah tiket biar pengajuan KUR UMKM Anda jalan lebih mulus.

Apa Aja Dokumen Keuangan Utama untuk Pengajuan KUR UMKM

Pemilik UMKM menyiapkan dokumen pengajuan KUR

Biar pengajuan KUR kamu cepat diproses, ada beberapa dokumen dasar yang biasanya diminta bank:

Dokumen Pribadi

Biasanya yang diminta adalah:

  • KTP Anda dan pasangan (kalau sudah menikah).
  • Kartu Keluarga.
  • Surat Nikah atau Surat Cerai kalau ada.
  • NPWP, terutama kalau ajukan KUR di atas 50 juta.

Dokumen Usaha

Dokumen ini dijadikan bukti kalau bisnis Anda benar-benar jalan. Biasanya ini meliputi:

  • Surat Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), SIUP, Surat Keterangan Usaha (SKU) dari desa/kelurahan, atau dokumen legalitas usaha lain seperti TDP, NIB
  • Akta pendirian perusahaan dan akta perubahan terakhir (bila ada)
  • Surat keterangan penghasilan dari kelurahan atau desa sebagai bukti usaha berjalan
  • Legalitas tempat usaha, bisa berupa kontrak atau sewa tempat usaha

Dokumen Keuangan

Inilah dokumen yang paling utama. Umumnya bank meminta:

  • Laporan keuangan sederhana berupa catatan pendapatan, pengeluaran, dan keuntungan bersih per bulan. Ini bisa berupa buku kas atau catatan sederhana.
  • Rekening koran atau catatan transaksi tabungan bisnis selama 3-6 bulan terakhir yang nujukkin aktivitas keuangan usaha.
  • Bukti transaksi penjualan yang nunjukkin usaha memang bergerak.

Dokumen Agunan

Biasanya hanya untuk jenis KUR tertentu. Ini berupa:

  • Sertifikat rumah atau tanah.
  • IMB, PBB, atau dokumen pendukung lain.
  • BPKB kendaraan atau aset lain yang mau dijadikan jaminan.

Cara Susun Laporan Keuangan dari Riwayat QRIS Ezeelink

Rekap transaksi QRIS untuk laporan keuangan sederhana

Dengan laporan keuangan sederhana aja, peluang KUR disetujui bisa naik jauh. Makanya QRIS Ezeelink sempurna banget jadi partner bisnis yang bikin Anda tenang. 

Dashboard-nya otomatis catat semua transaksi, jadi Anda selalu punya laporan rapi yang bisa gampang diakses kapanpun. 

Kalau sudah jadi merchant, Anda bisa ikuti langkah-langkah ini:

Login dan Unduh Laporan

  1. Masuk ke dashboard merchant Ezeelink lewat aplikasi atau website.
  2. Buka menu ‘Laporan’ atau ‘Riwayat Transaksi’.
  3. Pilih rentang tanggal, misalnya 3 sampai 6 bulan terakhir.
  4. Unduh file-nya dalam format Excel atau CSV.

Cek dan Cocokkan Data

Bagian ini penting supaya catatan kamu tetap akurat. Pahami kalau:

  • Total transaksi harian = omzet kotor.
  • Potongan biaya layanan (MDR) = biaya operasional.
  • Dana bersih setelah potongan = omzet bersih yang masuk rekening.

Susun Laporan Keuangan Sederhana

Setelah datanya lengkap, tinggal rapikan dalam format laporan harian atau bulanan. Cukup kelompokkan:

  • Tanggal transaksi.
  • Total transaksi.
  • Biaya operasional (termasuk MDR).
  • Omzet bersih.
  • Pengeluaran tambahan lain.
  • Bukti transaksi.

Format sederhana kayak gini sudah cukup banget buat pantau cash flow dan jadi persiapan dokumen buat ajukan KUR.

 

Ini contoh template laporan laba rugi sederhana yang bisa dipakai:

 

KeteranganJumlah
PendapatanRp xx.xxx.xxx
Penjualan BersihRp xx.xxx.xxx
Pendapatan LainnyaRp xx.xxx.xxx
Total PendapatanRp xx.xxx.xxx
Beban / PengeluaranRp xx.xxx.xxx
Biaya Bahan BakuRp xx.xxx.xxx
Biaya GajiRp xx.xxx.xxx
Biaya OperasionalRp xx.xxx.xxx
Beban LainnyaRp xx.xxx.xxx
Total BebanRp xx.xxx.xxx
Laba BersihRp xx.xxx.xxx

 

Laporan laba rugi ini nunjukkin hasil usaha selama periode tertentu, berupa pendapatan dan pengeluaran untuk tahu berapa laba bersihnya.

Lampirkan Bukti Pendukung

Waktu mau ajukan ke bank, jangan cuma bawa laporan yang Anda susun sendiri.

Sertakan juga print-out laporan transaksi QRIS dari dashboard Ezeelink sebagai bukti pendukung. Cara ini bikin petugas bank makin yakin karena datanya terlihat jelas dan resmi.

Biar Urusan Administratif Lebih Praktis, Pakai QRIS Ezeelink!

Yang awalnya butuh 5 hari, bisa selesai cukup 1 hari berkat fitur dashboard QRIS Ezeelink yang otomatis catat riwayat transaksi. Bikin laporan keuangan jadi nggak serem kan? Apalagi semua transaksinya bisa cair dihari yang sama dan MDR-nya rendah.

Bisnis makin gampang kejar peluang jadi uang. Daftar sebagai merchant sekarang! GRATIS juga konsultasi via WhatsApp.

FAQ

1. Apa laporan keuangan sederhana yang wajib ada untuk KUR?
Laporan keuangan sederhana cukup catatan pemasukan, pengeluaran, dan keuntungan bersih per bulan, plus bukti transaksi seperti nota penjualan dan rekening koran usaha.
2. Berapa lama riwayat transaksi QRIS yang perlu disiapkan?
Biasanya riwayat transaksi selama 3-6 bulan terakhir sudah cukup untuk bukti aktivitas usaha.
3. Apakah data QRIS cukup untuk membuktikan omzet?
Iya, data QRIS bisa jadi bukti omzet digital karena semua transaksi tercatat otomatis, tapi tetap baik dilengkapi dengan bukti pendukung lain seperti nota dan rekening koran.
4. Apa manfaat Ezeelink dibanding penyedia QRIS lain?
Ezeelink memudahkan pencatatan transaksi otomatis, jadi laporan keuangan gampang dan akurat tanpa harus input manual, cocok banget buat UMKM yang pengen praktis tapi tetap rapi
Konsultasi Kebutuhan Bisnis Anda Gratis
Dapatkan saran personalisasi untuk kebutuhan bisnis Anda

About Tim Konten Ezeelink

Tim Konten Ezeelink adalah tim penulis yang berspesialisasi dalam edukasi pembayaran digital, QRIS, dan solusi fintech untuk UMKM di Indonesia. Konten ditulis berdasarkan pengalaman langsung dalam ekosistem pembayaran digital nasional.