Terima Pembayaran
Integrasi Mandiri
Tanpa Integrasi
Penerimaan Dana
Wallet as a service
Layanan Tambahan


KUR itu peluang, tapi laporan keuangan yang acak-acakan sering jadi penghalang yang nyebelin. Tapi kalau pakai QRIS Ezeelink, Anda bakal praktis dan cepat susun laporan keuangan sederhana buat ajuin KUR UMKM.
Yuk, cek gimana caranya QRIS Ezeelink bisa bikin proses ini lebih praktis!
KUR UMKM adalah bantuan pembiayaan dari pemerintah buat para pelaku usaha kecil yang butuh modal tapi sering mentok di syarat agunan. Program ini dibuat supaya UMKM tetap bisa berkembang tanpa pusing cari jaminan besar atau bunga tinggi.
KUR cocok banget buat UMKM yang usahanya produktif, layak, dan butuh dorongan modal biar bisa naik level.
Checklist rekap transaksi untuk pengajuan KUR
Sebagai rujukan resmi, FAQ KUR menjelaskan KUR sebagai pembiayaan bersubsidi pemerintah untuk pelaku usaha produktif. Untuk sumber transaksi digital, Bank Indonesia menjelaskan QRIS sebagai standar QR Code pembayaran nasional. Riwayat transaksi QRIS dapat membantu UMKM menyusun bukti arus kas yang lebih rapi.
Bank butuh bukti kalau usahamu benar-benar jalan dan kamu bisa ngatur uang dengan baik. Laporan keuangan jadi cara paling cepat buat nunjukkin itu semua.
Dokumen ini bantu bank lihat apakah bisnis Anda stabil, sehat, dan mampu bayar cicilan tepat waktu. Laporan ini juga meningkatkan kepercayaan bank sebagai pemberi pinjaman. Semakin rapi laporannya, semakin cepat proses evaluasinya.
Intinya, laporan keuangan adalah tiket biar pengajuan KUR UMKM Anda jalan lebih mulus.

Biar pengajuan KUR kamu cepat diproses, ada beberapa dokumen dasar yang biasanya diminta bank:
Biasanya yang diminta adalah:
Dokumen ini dijadikan bukti kalau bisnis Anda benar-benar jalan. Biasanya ini meliputi:
Inilah dokumen yang paling utama. Umumnya bank meminta:
Biasanya hanya untuk jenis KUR tertentu. Ini berupa:

Dengan laporan keuangan sederhana aja, peluang KUR disetujui bisa naik jauh. Makanya QRIS Ezeelink sempurna banget jadi partner bisnis yang bikin Anda tenang.
Dashboard-nya otomatis catat semua transaksi, jadi Anda selalu punya laporan rapi yang bisa gampang diakses kapanpun.
Kalau sudah jadi merchant, Anda bisa ikuti langkah-langkah ini:
Bagian ini penting supaya catatan kamu tetap akurat. Pahami kalau:
Setelah datanya lengkap, tinggal rapikan dalam format laporan harian atau bulanan. Cukup kelompokkan:
Format sederhana kayak gini sudah cukup banget buat pantau cash flow dan jadi persiapan dokumen buat ajukan KUR.
Ini contoh template laporan laba rugi sederhana yang bisa dipakai:
| Keterangan | Jumlah |
| Pendapatan | Rp xx.xxx.xxx |
| Penjualan Bersih | Rp xx.xxx.xxx |
| Pendapatan Lainnya | Rp xx.xxx.xxx |
| Total Pendapatan | Rp xx.xxx.xxx |
| Beban / Pengeluaran | Rp xx.xxx.xxx |
| Biaya Bahan Baku | Rp xx.xxx.xxx |
| Biaya Gaji | Rp xx.xxx.xxx |
| Biaya Operasional | Rp xx.xxx.xxx |
| Beban Lainnya | Rp xx.xxx.xxx |
| Total Beban | Rp xx.xxx.xxx |
| Laba Bersih | Rp xx.xxx.xxx |
Laporan laba rugi ini nunjukkin hasil usaha selama periode tertentu, berupa pendapatan dan pengeluaran untuk tahu berapa laba bersihnya.
Waktu mau ajukan ke bank, jangan cuma bawa laporan yang Anda susun sendiri.
Sertakan juga print-out laporan transaksi QRIS dari dashboard Ezeelink sebagai bukti pendukung. Cara ini bikin petugas bank makin yakin karena datanya terlihat jelas dan resmi.
Yang awalnya butuh 5 hari, bisa selesai cukup 1 hari berkat fitur dashboard QRIS Ezeelink yang otomatis catat riwayat transaksi. Bikin laporan keuangan jadi nggak serem kan? Apalagi semua transaksinya bisa cair dihari yang sama dan MDR-nya rendah.
Bisnis makin gampang kejar peluang jadi uang. Daftar sebagai merchant sekarang! GRATIS juga konsultasi via WhatsApp.