Cara Punya QRIS untuk Usaha, Nggak Pakai Ribet dan Cepat
Sekarang ini, kamu pasti sering lihat tukang parkir sampai pedagang kecil sudah pakai QRIS. Jadi wajar kalau muncul pertanyaan, cara punya QRIS itu gimana sih sebenarnya? Emang semudah itu sampai semua orang bisa pakai? Tenang, di artikel ini kita bakal bahas langkah-langkahnya dengan jelas dan nggak bikin kamu bingung.
Nggak cuma itu, Sobat UMKM juga bakal dapat insight penting soal QRIS, mulai dari syarat, biaya, sampai tips memilih penyedia yang tepat. Jadi setelah baca ini, kamu bisa langsung ambil langkah tanpa ragu.
Apa Itu QRIS dan Kenapa Penting Dimiliki?
QRIS (dibaca kris) adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Sistem ini dibuat untuk menyatukan berbagai jenis QR dari banyak penyedia pembayaran dalam satu standar yang sama.
Dengan QRIS, kamu nggak perlu lagi menyesuaikan aplikasi pembayaran dengan QR tertentu. Satu kode bisa dipakai oleh berbagai e-wallet dan mobile banking.
Tujuan utama QRIS adalah mempermudah transaksi digital. Buat pelanggan, proses pembayaran jadi lebih fleksibel. Untuk pelaku usaha, pencatatan transaksi jadi lebih rapi karena semua masuk dalam satu sistem yang terstandar.
Apakah Bisa Bikin QRIS Tanpa Punya Bisnis?
Menariknya bisa, dan ini sering jadi kabar baik buat banyak orang.
Kamu tetap bisa mengikuti cara punya QRIS meskipun belum memiliki badan usaha resmi. QRIS bisa digunakan oleh individu, selama tujuannya jelas untuk menerima pembayaran.
Contohnya:
- Freelancer
- Konten kreator
- Guru les
- Seniman atau pelukis
Yang penting, pendaftaran dilakukan melalui penyedia jasa pembayaran (PJSP) yang resmi dan terdaftar di Bank Indonesia, supaya prosesnya aman dan bisa diverifikasi.
Apa Saja Syarat-Syarat Membuat QRIS?
Sebelum mulai proses pendaftaran, ada beberapa dokumen yang perlu kamu siapkan:
- KTP pemilik usaha
- Nomor KK
- Foto lokasi usaha atau tempat berjualan
- Nomor rekening (pribadi atau bisnis)
- Email dan nomor HP aktif
Dokumen ini digunakan untuk proses verifikasi agar akun merchant kamu valid dan bisa digunakan secara resmi.
Apakah Pembuatan QRIS Harus Menggunakan KTP?
Umumnya, KTP menjadi dokumen utama dalam proses pendaftaran QRIS.
Kalau kamu belum memiliki KTP, beberapa penyedia layanan biasanya memberikan opsi dokumen pengganti. Tapi ini tergantung kebijakan masing-masing penyedia, jadi pastikan kamu cek dulu sebelum daftar.
Apakah Pembuatan QRIS Harus Punya Rekening?
Ya, kamu tetap perlu memiliki rekening.
Hal ini karena setiap transaksi yang masuk melalui QRIS nantinya akan langsung ditransfer ke rekening tersebut sebagai tujuan pencairan dana.
Tapi tenang, kamu tidak harus menggunakan rekening bisnis. Rekening pribadi juga sudah bisa digunakan untuk mendaftar dan menerima pembayaran QRIS.
Bagaimana Cara Daftar QRIS?

Nah, ini bagian yang paling ditunggu kalau kamu lagi cari tahu cara punya QRIS. Melalui Ezeelink, prosesnya dibuat praktis dan #Ezee:
-
Isi Formulir Online
Masuk ke halaman pendaftaran, lalu isi data seperti nama usaha, nama pemilik, dan nomor HP.
-
Verifikasi Data
Tim akan memproses dan memverifikasi data kamu. Biasanya selesai dalam waktu 1×24 jam.
-
Ikuti Pelatihan Singkat
Kamu akan diajak ikut sesi online untuk memahami cara penggunaan dashboard dan fitur yang tersedia.
-
QRIS Siap Digunakan
Setelah semua tahap selesai, akun merchant kamu aktif dan QRIS sudah bisa dipakai untuk menerima pembayaran.
Prosesnya cepat dan praktis, cocok untuk kamu yang ingin langsung mulai tanpa ribet.
Sebenarnya Ada Biaya untuk QRIS Nggak?
Untuk usaha mikro (UMI), transaksi hingga Rp500.000 dikenakan biaya MDR sebesar 0%.
Artinya, kamu tidak dikenakan biaya untuk transaksi di kategori ini. Untuk nominal lebih besar atau jenis usaha lain, ada biaya MDR sesuai ketentuan, namun tidak dibebankan kepada pembeli.
Kalau kamu ingin tahu lebih detail soal biaya ini, kamu bisa cek juga pembahasan lengkap di artikel “Apa Itu QRIS? Kenali Cara Kerja & Fakta Penting yang Informatif Buat Kamu!”.
Apakah Pakai QRIS Harus Top Up Dulu?
Nggak perlu top up khusus.
Selama saldo di e-wallet atau mobile banking kamu mencukupi, transaksi bisa langsung dilakukan. Cukup scan QR, konfirmasi pembayaran, dan selesai.
Tips Memilih Penyedia QRIS yang Tepat
Sebelum memutuskan daftar, penting untuk memilih penyedia QRIS yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan:
- Proses pendaftaran yang cepat
- Biaya yang jelas dan transparan
- Dashboard yang mudah dipahami
- Layanan bantuan yang responsif
Kalau kamu mencari penyedia dengan pengalaman yang nyaman, Ezeelink bisa jadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan tanpa perlu ribet.
Apa Kelebihan Menggunakan QRIS?
Sebelum benar-benar menerapkan cara punya QRIS di bisnismu, penting juga untuk tahu kenapa sistem ini banyak dipakai. Berikut beberapa kelebihannya:
-
Satu QR untuk Semua Pembayaran
Dengan QRIS, kamu cukup menyediakan satu kode QR saja. Pelanggan bebas membayar menggunakan berbagai aplikasi, mulai dari mobile banking hingga e-wallet favorit mereka.
Ini bikin proses transaksi jadi lebih praktis, karena kamu nggak perlu lagi menyediakan banyak metode pembayaran berbeda.
-
Proses Transaksi Cepat dan Minim Antre
Pembayaran QRIS hanya butuh beberapa langkah: buka aplikasi, scan, konfirmasi, selesai.
Buat usaha yang ramai, ini sangat membantu mempercepat alur transaksi. Antrean jadi lebih lancar dan pelanggan juga nggak perlu menunggu lama.
-
Lebih Aman karena Diawasi Regulator
QRIS berada di bawah pengawasan Bank Indonesia, sehingga sistemnya sudah mengikuti standar keamanan yang berlaku.
Selama penggunaannya benar (cek nama merchant dan nominal), risiko kesalahan atau penipuan bisa diminimalkan.
-
Pencatatan Transaksi Lebih Rapi dan Otomatis
Setiap pembayaran yang masuk akan langsung tercatat dalam sistem.
Kamu bisa:
- Melihat riwayat transaksi kapan saja
- Mengecek jumlah pemasukan harian
- Mengurangi risiko salah hitung
Hal ini sangat membantu terutama untuk Sobat UMKM yang ingin mulai mengelola keuangan bisnis dengan lebih terstruktur.
-
Fleksibel untuk Berbagai Skala Usaha
QRIS bisa digunakan oleh berbagai jenis usaha, mulai dari pedagang kecil, freelancer, sampai bisnis dengan banyak cabang.
Bahkan kalau kamu punya beberapa outlet, sistem QRIS bisa membantu memantau transaksi dari berbagai lokasi dalam satu waktu.
Jadi, Gimana Cara Mulai Punya QRIS?

Sekarang kamu sudah tahu kalau cara punya QRIS itu sebenarnya cukup simpel dan fleksibel. Bisa digunakan oleh pelaku usaha maupun individu, dengan proses yang cepat dan syarat yang tidak rumit.
Di era transaksi digital seperti sekarang, QRIS membantu kamu melayani pelanggan dengan lebih praktis dan efisien. Kalau kamu ingin mulai, pilih penyedia yang prosesnya jelas dan mudah dipahami.
Ezeelink bisa jadi salah satu pilihan untuk kamu yang ingin aktivasi cepat, biaya yang tetap terkontrol, serta laporan transaksi yang rapi dalam satu dashboard.
Jadi, kalau kamu sudah siap untuk mengembangkan bisnismu dalam menerima pembayaran, sekarang waktunya mulai pakai QRIS bareng Ezeelink!
FAQ
- Apakah QRIS harus punya rekening?
Tidak wajib punya rekening bisnis. Kamu bisa menggunakan rekening pribadi untuk menerima pembayaran QRIS. Namun, kalau usahamu sudah berkembang, rekening bisnis lebih disarankan agar pengelolaan keuangan lebih rapi.
- QRIS kena biaya berapa?
Untuk usaha mikro (UMI), transaksi hingga Rp500.000 dikenakan biaya 0% (gratis). Sementara untuk transaksi di atas itu atau kategori usaha lain, ada biaya MDR sesuai ketentuan Bank Indonesia. Biaya ini tidak dibebankan ke pembeli, melainkan ke merchant.
- Apakah bisa bikin QRIS tanpa punya bisnis usaha?
Bisa. QRIS tetap bisa digunakan oleh individu seperti freelancer, konten kreator, atau guru les untuk menerima pembayaran. Yang penting, pendaftaran dilakukan melalui penyedia resmi agar bisa diverifikasi.
- Apa persyaratan bikin QRIS?
Beberapa dokumen yang biasanya dibutuhkan antara lain:
- KTP pemilik
- Nomor KK
- Foto lokasi usaha atau aktivitas
- Nomor rekening
- Email dan nomor HP aktif
Dokumen ini diperlukan untuk proses verifikasi data merchant.
- Apakah QRIS harus top up?
Tidak perlu top up khusus. Selama saldo di e-wallet atau mobile banking mencukupi, kamu bisa langsung melakukan transaksi dengan scan QRIS.
- Apakah pembuatan QRIS harus memiliki KTP?
Umumnya, KTP menjadi dokumen utama saat mendaftar QRIS. Jika tidak tersedia, beberapa penyedia layanan mungkin menerima dokumen identitas lain, tergantung kebijakan masing-masing.