Artikel

Kenali Jenis-Jenis QRIS yang Cocok untuk Bisnismu

Ilustrasi jenis-jenis QRIS untuk kebutuhan bisnis

Adopsi QRIS di Indonesia terus meluas dan sudah menjangkau puluhan juta pengguna serta puluhan juta merchant, dengan mayoritas berasal dari sektor UMKM. Angka ini menunjukkan kalau pembayaran digital sudah jadi bagian penting dalam kebiasaan belanja masyarakat.

Jadi, kalau bisnismu sampai sekarang belum menyediakan QRIS, kamu bisa kehilangan banyak peluang transaksi. Buat kamu yang masih bingung soal jenis-jenis QRIS, tenang saja, karena artikel ini akan membahas semuanya secara lengkap dan mudah dipahami.

Jawaban singkat: Jenis utama QRIS berdasarkan cara pembayaran adalah MPM, saat merchant menampilkan QR untuk dipindai pelanggan, dan CPM, saat pelanggan menampilkan QR untuk dipindai merchant. Dalam praktik bisnis, kamu juga akan sering mendengar QRIS statis, QRIS dinamis, QRIS cross border, dan QRIS Tap sebagai mode atau fitur yang dipilih sesuai kebutuhan transaksi.

Kenapa Merchant Perlu Tahu Jenis-Jenis QRIS?

Memahami jenis-jenis QRIS bisa membantu merchant menentukan metode pembayaran yang paling efisien. Selain mempercepat proses transaksi, pemilihan QRIS yang tepat juga membantu mengurangi kesalahan nominal pembayaran dan menjaga keamanan transaksi digital.

Misalnya, usaha dengan antrean pelanggan tinggi tentu membutuhkan sistem pembayaran yang berbeda dibanding warung kecil dengan jumlah transaksi sederhana. Karena itu, penting bagi merchant untuk mengenal berbagai jenis-jenis QRIS Bank Indonesia sebelum memilih sistem yang akan digunakan.

Setelah ini, kamu akan dikenalkan dengan beberapa jenis QRIS yang paling umum digunakan oleh pelaku usaha di Indonesia.

Mengenal QRIS Statis

QRIS statis adalah jenis QRIS yang paling sering ditemui di meja kasir, booth bazar, warung makan, atau tenant UMKM. Bentuknya biasanya berupa stiker atau printout yang berisi satu kode QR tetap untuk semua transaksi.

Cara penggunaannya juga sangat sederhana. Pelanggan cukup scan QR code menggunakan aplikasi pembayaran, memasukkan nominal belanja, lalu melakukan konfirmasi pembayaran.

Karena praktis dan murah, QRIS statis masih menjadi pilihan favorit banyak UMKM di Indonesia.

Lama Pencairan QRIS Statis

Pada dasarnya, proses pencairan dana untuk QRIS statis dan QRIS dinamis tidak jauh berbeda. Dana transaksi biasanya masuk ke rekening merchant maksimal H+2 hari kerja.

Meski begitu, saat ini banyak penyedia layanan QRIS yang sudah mendukung pencairan lebih cepat, bahkan tersedia fitur same day settlement. Hal ini penting untuk menjaga arus kas bisnis tetap lancar, terutama bagi usaha yang perputaran transaksinya cukup tinggi setiap hari.

Karena itu, sebelum memilih penyedia QRIS, merchant sebaiknya memastikan sistem pencairannya memang cepat dan stabil.

Kelebihan QRIS Statis

Berikut beberapa keuntungan menggunakan QRIS statis:

  • Praktis digunakan: Merchant hanya perlu mencetak satu kode QR untuk seluruh transaksi.
  • Biaya implementasi rendah: Tidak membutuhkan perangkat tambahan seperti mesin EDC atau printer kasir khusus.
  • Cocok untuk usaha kecil: Sangat ideal digunakan oleh UMKM, warung, pedagang kaki lima, hingga toko sederhana.
  • Bisa menerima banyak metode pembayaran: Pelanggan dapat membayar menggunakan mobile banking maupun e-wallet favorit mereka.

Mengenal QRIS Dinamis

Berbeda dengan QRIS statis, QRIS dinamis dibuat khusus untuk setiap transaksi. Jadi, kode QR baru akan di-generate / dibuat secara otomatis saat kasir memasukkan nominal pembayaran ke sistem.

Biasanya, sistem ini digunakan oleh bisnis dengan transaksi tinggi seperti restoran, supermarket, coffee shop modern, hingga retail besar.

Dalam pembahasan QRIS statis dan dinamis, perbedaan paling terlihat ada pada proses input nominal transaksi.

Cara Kerja QRIS Dinamis

Proses pembayaran dimulai saat merchant memasukkan nominal transaksi ke aplikasi kasir atau POS. Setelah itu, sistem akan membuat QR code unik yang sudah berisi jumlah pembayaran.

Pelanggan tinggal scan QR tersebut menggunakan aplikasi pembayaran, melakukan konfirmasi, dan transaksi langsung selesai tanpa perlu mengetik nominal secara manual.

Karena lebih otomatis, proses transaksi jadi lebih cepat dan minim kesalahan.

Kelebihan QRIS Dinamis

Berikut beberapa keunggulan QRIS dinamis yang membuatnya banyak digunakan bisnis modern:

Nominal Pembayaran Langsung Muncul

Pelanggan tidak perlu lagi mengetik jumlah pembayaran secara manual. Semua nominal sudah otomatis tercantum di QR code yang dibuat sistem kasir. Hal ini membantu mengurangi risiko salah transfer dan mempercepat proses checkout.

Keamanan Transaksi Lebih Tinggi

Setiap transaksi menggunakan kode QR yang berbeda dan hanya berlaku satu kali. Sistem seperti ini membuat risiko penyalahgunaan kode menjadi jauh lebih kecil. Bagi merchant maupun pelanggan, transaksi terasa lebih aman dan terpercaya.

Proses Scan Lebih Cepat

QRIS dinamis memakai kode yang lebih ringkas sehingga proses pemindaian menjadi lebih responsif. Ini sangat membantu bisnis dengan antrean panjang karena pelanggan tidak perlu menunggu terlalu lama.

Pencatatan Transaksi Otomatis

Semua transaksi langsung tercatat di sistem kasir secara otomatis, mulai dari nominal pembayaran hingga waktu transaksi berlangsung. Pencatatan seperti ini mempermudah proses laporan penjualan, monitoring cash flow, hingga kebutuhan pembukuan bisnis.

Mengenal Customer Presented Mode (CPM)

Selain QRIS statis dan dinamis, ada juga sistem QRIS CPM atau Customer Presented Mode. Pada metode ini, pelanggan yang menampilkan kode QR dari aplikasi pembayaran mereka untuk dipindai oleh merchant.

Sistem QRIS CPM cukup sering digunakan pada bisnis yang mengutamakan kecepatan layanan dan efisiensi transaksi.

Cara Kerja QRIS CPM

Dalam skema QRIS CPM, pelanggan membuka aplikasi e-wallet atau mobile banking lalu menampilkan QR code di layar smartphone mereka.

Selanjutnya, merchant akan memindai kode tersebut menggunakan scanner atau aplikasi kasir. Setelah dipindai, nominal pembayaran langsung muncul di sistem sehingga pelanggan tidak perlu mengetik ulang jumlah transaksi.

Karena prosesnya otomatis, transaksi jadi lebih cepat dan nyaman untuk kedua belah pihak.

Kelebihan QRIS CPM

Transaksi Lebih Aman

Sistem QRIS CPM menggunakan enkripsi data untuk menjaga keamanan pembayaran digital. Risiko manipulasi nominal juga lebih kecil karena data transaksi langsung terbaca oleh sistem.

Pembayaran Berlangsung Lebih Cepat

Pelanggan tidak perlu lagi menginput nominal pembayaran secara manual. Merchant cukup scan kode QR dari pelanggan dan transaksi langsung diproses. Sistem ini membantu mengurangi antrean, terutama di bisnis dengan jumlah pelanggan tinggi.

Operasional bisnis jadi lebih efisien

Semua data transaksi langsung tersimpan secara digital sehingga lebih mudah dipantau dan dicatat. Merchant juga bisa mengurangi risiko human error saat proses pembayaran berlangsung.

Mengenal QRIS Cross Border

QRIS Cross Border merupakan sistem pembayaran lintas negara yang memungkinkan transaksi internasional menggunakan QRIS.

Dengan sistem ini, wisatawan Indonesia bisa bertransaksi di luar negeri menggunakan aplikasi pembayaran lokal. Sebaliknya, turis asing yang datang ke Indonesia juga dapat melakukan pembayaran di merchant QRIS menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka.

Teknologi ini membuat transaksi lintas negara terasa jauh lebih praktis.

Cara Kerja QRIS Cross Border

Untuk pengguna Indonesia, proses penggunaannya cukup mudah:

  • Buka aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS Cross Border
  • Pilih menu QRIS
  • Scan kode QR merchant
  • Konfirmasi pembayaran

Sementara itu, pengguna luar negeri dapat melakukan pembayaran di merchant Indonesia dengan langkah berikut:

  • Membuka aplikasi pembayaran mereka
  • Scan QRIS merchant
  • Memasukkan nominal pembayaran
  • Melakukan konfirmasi transaksi
  • Input PIN
  • Pembayaran selesai

Saat ini, QRIS Cross Border sudah mendukung transaksi di beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Baca juga: Jangkau Turis Asing Pakai QRIS Cross Border Lintas Negara

Mengenal QRIS Tap

QRIS Tap adalah inovasi pembayaran QRIS yang memanfaatkan teknologi NFC atau Near Field Communication. Dengan teknologi ini, pengguna cukup mendekatkan smartphone ke terminal pembayaran tanpa perlu scan QR code secara manual.

Namun, QRIS Tap tetap membutuhkan perangkat dan aplikasi pembayaran yang mendukung NFC. Karena itu, merchant sebaiknya tidak menganggap semua pelanggan otomatis bisa memakainya. Pada tahap awal, komunikasi industri dan regulator lebih banyak menekankan penggunaan perangkat Android NFC, sementara dukungan perangkat lain perlu mengikuti kesiapan aplikasi masing-masing penyedia.

QRIS Tap sendiri memiliki dua fitur utama, yaitu:

  • Single Tap untuk transaksi pembayaran biasa
  • Tap In Tap Out untuk layanan transportasi umum dan parkir dengan tarif dinamis

Hadirnya QRIS Tap menunjukkan bahwa perkembangan jenis jenis pembayaran QRIS di Indonesia terus bergerak menuju sistem yang semakin modern.

Cara Menggunakan QRIS Tap

Berikut langkah penggunaannya:

  • Buka aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS Tap
  • Pilih menu QRIS Tap
  • Masukkan PIN atau lakukan otorisasi sesuai aplikasi
  • Dekatkan smartphone ke reader NFC
  • Pastikan transaksi berhasil sebelum meninggalkan kasir

Baca juga: QRIS Tap Itu Apa? Ini Panduan Lengkap yang Perlu Kamu Ketahui

Perbandingan Jenis-Jenis QRIS yang Ada di Indonesia

Setelah memahami berbagai sistem QRIS yang tersedia, sekarang kamu mungkin mulai bertanya-tanya mana yang paling cocok untuk kebutuhan bisnis. Setiap jenis QRIS punya karakteristik, cara kerja, dan target penggunaan yang berbeda-beda. Berikut ini perbandingan jenis-jenis QRIS yang umum digunakan di Indonesia:

Jenis QRIS Cara Kerja Cocok untuk Kelebihan
QRIS Statis Pelanggan scan QR tetap lalu input nominal UMKM dan usaha kecil Murah, mudah digunakan
QRIS Dinamis QR dibuat otomatis sesuai nominal transaksi Retail dan bisnis ramai Cepat dan minim kesalahan
QRIS CPM Merchant scan QR dari pelanggan Bisnis dengan antrean tinggi Praktis dan efisien
QRIS Cross Border Pembayaran lintas negara Bisnis wisata dan internasional Mendukung transaksi global
QRIS Tap Pembayaran menggunakan NFC Transportasi dan retail modern Transaksi sangat cepat

Cara Memilih Jenis QRIS yang Tepat untuk Bisnis

Setiap bisnis punya kebutuhan transaksi yang berbeda. Karena itu, memilih QRIS sebaiknya tidak dilakukan asal ikut tren saja. Kamu perlu menyesuaikannya dengan skala usaha, jumlah transaksi, hingga cara pelanggan melakukan pembayaran. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih QRIS:

  • Pilih QRIS sesuai Skala Bisnis

Untuk usaha kecil atau UMKM dengan transaksi sederhana, QRIS statis biasanya sudah cukup efektif dan mudah diterapkan.

  • Gunakan QRIS Dinamis untuk Transaksi Tinggi

Jika bisnismu memiliki antrean pelanggan yang ramai setiap hari, QRIS dinamis lebih cocok karena proses pembayaran lebih cepat dan akurat.

  • Pertimbangkan Sistem Transaksi Online

Untuk bisnis digital atau online, metode pembayaran yang lebih fleksibel akan membantu memperlancar proses checkout pelanggan.

  • Perhatikan Kecepatan Pencairan Dana

Pastikan penyedia layanan QRIS menawarkan settlement yang cepat agar cash flow bisnis tetap aman.

  • Pilih Penyedia QRIS Tepercaya

Gunakan layanan yang sudah diawasi oleh Bank Indonesia agar sistem pembayaran lebih aman dan stabil.

  • Sesuaikan dengan Pengalaman Pelanggan

Semakin mudah proses pembayaran dilakukan, semakin nyaman pelanggan bertransaksi di bisnismu.

Pemilihan QRIS yang tepat bisa membantu operasional bisnis berjalan lebih efisien, mempercepat pelayanan, sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan dalam jangka panjang.

Pilih QRIS yang Tepat untuk Bisnismu bersama Ezeelink

Layanan QRIS Ezeelink untuk memilih jenis pembayaran yang tepat

Perkembangan pembayaran digital di Indonesia membuat merchant perlu memahami jenis-jenis QRIS sebelum menentukan sistem yang akan digunakan. Mulai dari QRIS statis untuk UMKM, QRIS dinamis untuk transaksi tinggi, hingga QRIS Cross Border untuk kebutuhan transaksi internasional, semuanya punya fungsi yang berbeda sesuai kebutuhan bisnis.

Karena itu, salah satu langkah paling penting sebelum memilih QRIS adalah memahami model transaksi yang paling sering terjadi di bisnismu. Dengan begitu, kamu bisa memilih sistem pembayaran yang lebih efisien, aman, dan nyaman untuk pelanggan.

Kalau kamu sedang mencari layanan QRIS untuk bisnis, Ezeelink menyediakan berbagai pilihan seperti QRIS Cross Border, QRIS Dinamis, dan QRIS Statis yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha. Kamu juga bisa konsultasi langsung dengan tim Ezeelink untuk menemukan solusi pembayaran digital yang paling cocok untuk perkembangan bisnismu.

FAQ

QRIS terbagi menjadi berapa?
Berdasarkan regulasi Bank Indonesia, QRIS terbagi menjadi 2 jenis utama berdasarkan cara penampilan kode QR-nya, yaitu MPM (Merchant Presented Mode) dan CPM (Customer Presented Mode). Namun jika dilihat dari fitur dan penggunaannya, jenis-jenis QRIS yang tersedia di Indonesia saat ini mencakup QRIS Statis, QRIS Dinamis, QRIS CPM, QRIS Cross Border, dan QRIS TAP.
Metode pembayaran QRIS apa saja?
Metode pembayaran QRIS yang umum digunakan mencakup pembayaran melalui e-wallet seperti GoPay, OVO, Dana, dan ShopeePay, serta mobile banking dari berbagai bank yang sudah terdaftar. Semua metode ini bisa digunakan hanya dengan memindai satu kode QRIS yang sama di merchant.
Ada QRIS apa saja?
Saat ini ada 5 jenis QRIS yang beroperasi di Indonesia, yaitu QRIS Statis, QRIS Dinamis, QRIS CPM (Customer Presented Mode), QRIS Cross Border, dan QRIS TAP. Masing-masing jenis QRIS ini punya cara kerja dan keunggulan yang berbeda, jadi penting untuk memilih sesuai kebutuhan bisnismu.
Apa perbedaan QRIS dinamis dan statis?
Perbedaan utama QRIS statis dan dinamis ada di kode QR-nya. QRIS Statis menggunakan satu kode QR tetap untuk semua transaksi, dan pelanggan yang memasukkan nominal pembayarannya sendiri. Sementara QRIS Dinamis menghasilkan kode QR baru yang unik di setiap transaksi, dengan nominal yang sudah otomatis tercantum dalam kode tersebut — sehingga transaksi lebih cepat, akurat, dan minim risiko kesalahan input.
Apa itu QRIS CPM?
QRIS CPM atau Customer Presented Mode adalah jenis QRIS di mana pelanggan yang menampilkan kode QR dari aplikasi pembayaran mereka, dan merchant yang memindainya menggunakan scanner di kasir. Berbeda dengan QRIS pada umumnya, alur ini dirancang untuk mempercepat proses transaksi sekaligus meminimalkan risiko kesalahan input nominal, sehingga cocok untuk bisnis dengan volume pelanggan yang tinggi.
Konsultasi Kebutuhan Bisnis Anda Gratis
Dapatkan saran personalisasi untuk kebutuhan bisnis Anda