Blog

Cara Buat QRIS untuk Usaha Laundry dan Rekonsiliasi

Cover artikel cara membuat QRIS untuk usaha laundry.

QRIS cocok untuk usaha laundry karena pelanggan dapat membayar uang muka, pelunasan, layanan antar-jemput, atau tambahan berat tanpa harus menyiapkan uang tunai. Namun QRIS tidak otomatis menghubungkan pembayaran dengan nomor order. Laundry tetap membutuhkan nomor tiket, nominal, status pembayaran, dan aturan kapan pakaian boleh diproses atau diserahkan. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Revisi ini membahas pendaftaran, pilihan QRIS statis atau dinamis, alur kasir untuk order laundry, rekonsiliasi antara nota dan settlement, potongan yang perlu dibaca dari laporan PJP, serta SOP ketika pelanggan membayar kurang, dua kali, atau masih pending. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Ringkasan cepat

  • Gunakan nomor order atau tiket laundry sebagai kunci rekonsiliasi, bukan hanya nama pelanggan.
  • QRIS statis praktis untuk loket sederhana; QRIS dinamis lebih membantu ketika nominal mengikuti berat, jenis layanan, atau biaya tambahan. Rujukan resmi: Bank Indonesia.
  • Status berhasil perlu diverifikasi sebelum order dianggap lunas atau pakaian diserahkan.
  • Jangan menulis angka MDR atau waktu settlement sebagai angka universal; ikuti kategori dan ketentuan PJP. Rujukan resmi: Bank Indonesia.
  • Simpan bukti transaksi secukupnya dan jangan meminta pelanggan memberikan PIN, OTP, atau password.

Mengapa usaha laundry perlu menyiapkan QRIS?

Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Model bisnis laundry memiliki jeda antara penerimaan barang, proses cuci, pengeringan, setrika, dan pengambilan. Pembayaran juga bisa terjadi dalam beberapa tahap. QRIS membantu pelanggan membayar di loket, saat pengantaran, atau ketika mengambil pakaian, tetapi setiap pembayaran harus ditautkan ke nomor order agar tidak salah memasangkan dana. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

QRIS dapat digunakan pada beberapa alur, misalnya pembayaran penuh di muka, uang muka lalu pelunasan, atau pembayaran tambahan setelah berat dan layanan diketahui. Sebelum memilih metode, tetapkan apakah kasir memasukkan nominal atau pelanggan memasukkannya sendiri. Penjelasan resmi BI tentang MPM Statis dan Dinamis tersedia di https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/ritel/kanal-layanan/qris/default.aspx

Pilih QRIS statis atau dinamis untuk laundry

Rujukan resmi: Bank Indonesia.

QRIS statis dapat memadai untuk satu loket dengan transaksi yang mudah diawasi. Pelanggan memindai kode, memasukkan nominal, lalu kasir memeriksa nama penerima dan status berhasil. Risiko utamanya adalah pelanggan salah mengetik nominal atau lupa mencantumkan nomor order. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

QRIS dinamis lebih cocok jika laundry memiliki banyak order aktif, tarif berdasarkan berat, layanan express, biaya antar-jemput, atau beberapa kasir. Nominal yang dibuat dari sisi merchant dapat mengurangi pengetikan pelanggan, tetapi ketergantungan pada perangkat, koneksi, dan fitur PJP harus diperhitungkan. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Cara membuat QRIS untuk usaha laundry

Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Pilih PJP yang berizin BI, periksa bentuk pemohon yang diterima, lalu siapkan identitas, data usaha, rekening settlement, alamat, dan dokumen lain sesuai permintaan. Tanyakan pula nama merchant yang tampil, format laporan, dukungan refund, biaya atau MDR, dan apakah layanan yang dipilih mendukung kebutuhan beberapa outlet. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Bank Indonesia menjelaskan alur umum pendaftaran melalui PJP pada https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/cerita-bi/Pages/cara-membuat-qris.aspx. Informasi layanan Ezeelink dapat dilihat pada https://ezeelink.co.id/qris/ dan kanal pendaftarannya pada https://ezeelink.co.id/daftar-merchant/. Estimasi aktivasi dan fitur tetap harus dikonfirmasi sesuai akun yang dibuat.

Setelah disetujui, lakukan transaksi uji dengan nominal kecil. Pastikan nama penerima, notifikasi, dashboard, laporan, dan rekening settlement sesuai sebelum QR dipasang di loket atau dibawa kurir.

Alur pembayaran berdasarkan nomor order

Nomor order menghubungkan pakaian, layanan, tagihan, pembayaran, dan serah terima.
Nomor order adalah kunci rekonsiliasi

Gambar: Nomor order membantu laundry mencocokkan pembayaran dengan tiket, nama pelanggan, nominal, dan status layanan.

Saat menerima pakaian, buat nomor order yang unik dan tulis total atau uang muka pada nota. Jika memakai QRIS statis, minta pelanggan menuliskan nomor order pada catatan pembayaran hanya jika aplikasi mendukung dan jangan menjadikannya satu-satunya kunci. Kasir tetap harus menyimpan nomor referensi dari laporan merchant. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Untuk QRIS dinamis, buat kode berdasarkan order yang sedang diproses. Sebelum pelanggan membayar, kasir membacakan nomor order dan nominal. Setelah status berhasil, tandai order sebagai paid, deposit, atau partially paid. Ketika ada pelunasan, buat catatan baru agar dua transaksi tidak tergabung tanpa penjelasan. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Jika pembayaran terjadi saat pengantaran, kurir harus memiliki instruksi yang sama: cek nama merchant, cek nominal, tunggu status berhasil, lalu foto atau catat nomor referensi tanpa meminta data rahasia pelanggan.

Cara menangani uang muka, pelunasan, dan biaya tambahan

Alur uang muka, perubahan berat atau layanan, biaya tambahan, dan pelunasan laundry.
Alur DP, pelunasan, dan biaya tambahan

Gambar: Catat DP, tandai pelunasan, dan cocokkan biaya tambahan pada nomor order yang sama.

Bedakan status order dari status transaksi. Order dapat berstatus diterima, diproses, siap diambil, atau selesai, sedangkan transaksi dapat berhasil, pending, gagal, refund, atau belum teridentifikasi. Satu order juga dapat memiliki lebih dari satu pembayaran. Kolom tersebut sebaiknya tersedia di sistem kasir atau spreadsheet.

Untuk biaya tambahan, jelaskan alasan dan nominal sebelum membuat permintaan pembayaran. Jangan mengubah nominal secara sepihak. Jika pelanggan membayar lebih, catat sebagai kelebihan yang harus dikembalikan atau diperhitungkan sesuai kebijakan laundry.

Alur merchant dan pengelolaan pembayaran dapat dibandingkan dengan panduan https://ezeelink.co.id/blog/qris-merchant/. Sesuaikan istilahnya dengan sistem order laundry Anda. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Kondisi order Bukti yang dicocokkan Status yang dicatat
Uang muka Nomor order, referensi, dan nominal deposit. Deposit diterima; sisa tagihan masih terbuka.
Pelunasan Nomor order, referensi kedua, dan total akhir. Lunas setelah status berhasil terverifikasi.
Biaya tambahan Nota revisi, alasan, dan transaksi tambahan. Tambahan disetujui dan dibayar.
Bayar kurang Nominal nota, nominal transaksi, dan komunikasi. Menunggu selisih; jangan tandai lunas.
Bayar dua kali Dua referensi dan periode transaksi. Kelebihan dana; ikuti SOP refund atau saldo.

Cara merekonsiliasi transaksi laundry dengan laporan QRIS

Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Kontrol saat pembayaran laundry pending, kurang bayar, atau belum terkonfirmasi.
Rekonsiliasi laporan QRIS dengan order laundry

Gambar: Rekonsiliasi laundry menghubungkan pesanan selesai, pembayaran masuk, dan dana settlement.

Rekonsiliasi harian dimulai dari daftar order, bukan dari rekening saja. Ambil nomor order, tanggal terima, nominal tagihan, pembayaran yang diterima, nomor referensi, status, potongan, dan settlement. Lalu cocokkan dengan laporan merchant pada tanggal atau periode yang sama.

Gunakan status “belum teridentifikasi” ketika nomor order tidak ditemukan. Jangan menghapus transaksi karena akan menyulitkan audit. Hubungi pelanggan atau PJP setelah memeriksa nama penerima, nominal, waktu, dan referensi. Panduan proses rekonsiliasi tersedia di https://ezeelink.co.id/blog/cara-lakukan-rekonsiliasi-keuangan/. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Jika dana bersih berbeda dari total bruto, lihat kolom fee atau MDR pada laporan. Angka potongan berbeda mengikuti kategori merchant dan PJP, sehingga laporan aktual harus menjadi sumber pencatatan. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Potongan dan settlement yang perlu dipahami laundry

Potongan atau MDR adalah biaya yang dapat muncul sesuai kategori dan ketentuan yang berlaku. Laundry perlu mengetahui apakah tarif dibebankan pada merchant, bagaimana tampil di laporan, dan kapan efektif. Jangan mengurangi harga pelanggan diam-diam tanpa menjelaskan kebijakan usaha.

Settlement adalah perpindahan dana ke rekening yang terdaftar. Jadwalnya dipengaruhi PJP, produk, cut-off, hari operasional, dan status transaksi. Jika transaksi berhasil tetapi dana belum terlihat, cocokkan periode settlement, rekening, nominal bersih, serta nomor referensi sebelum membuat laporan masalah. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Buat rekonsiliasi terpisah untuk transaksi yang terjadi menjelang cut-off atau hari libur. Perbedaan tanggal transaksi dan tanggal dana masuk tidak selalu merupakan kesalahan.

Kolom Sumber Cara membaca
Nomor order Nota atau sistem laundry Kunci untuk menghubungkan pembayaran.
Nominal bruto Nota dan laporan merchant Total sebelum biaya atau potongan.
Fee/MDR Laporan atau ketentuan PJP Rujukan resmi: Bank Indonesia. Biaya sesuai kategori dan akun.
Nominal bersih Laporan dan rekening settlement Dana yang benar-benar masuk.
Tanggal settlement Dashboard atau mutasi rekening Bandingkan dengan cut-off dan hari operasional.
Status khusus Dashboard merchant Pisahkan pending, refund, gagal, dan ganda.

Apa yang dilakukan saat transaksi pending atau refund?

Jangan menganggap notifikasi terlambat sebagai transaksi gagal dan jangan meminta pelanggan membayar ulang sebelum status pertama diperiksa. Catat waktu, nominal, nomor order, dan nomor referensi. Cek aplikasi pembayar serta dashboard merchant bila tersedia.

Refund untuk pembayaran yang salah, order dibatalkan, atau pembayaran ganda mengikuti prosedur PJP dan merchant. Beri tahu pelanggan bahwa durasi pengembalian tidak universal. Simpan persetujuan, bukti pembayaran, alasan refund, dan status tindak lanjut. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Jika pelanggan menerima QR yang berbeda atau nama penerima tidak sesuai, hentikan proses dan cek materi fisik. Panduan keamanan QRIS dapat dibaca di https://ezeelink.co.id/blog/qris-palsu/. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

SOP harian untuk kasir dan kurir laundry

Rekonsiliasi order laundry dengan gross, MDR, net, dan settlement QRIS.
Kontrol saat pembayaran belum terkonfirmasi

Gambar: Tahan serah-terima, cek status resmi, dan jangan bayar ulang ketika pembayaran belum terkonfirmasi. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Sebelum buka, periksa QR yang dipasang, perangkat, koneksi, notifikasi, akses dashboard, dan nomor rekening settlement. Saat menerima order, buat tiket sebelum meminta pembayaran. Saat pembayaran masuk, cocokkan nominal dan status sebelum mengubah status order.

Pada tutup buku, ekspor laporan merchant, cocokkan seluruh order hari itu, tandai transaksi khusus, dan simpan catatan selisih. Atur hak akses agar kasir tidak perlu mengetahui kredensial administrator dan jangan membagikan OTP.

Jika laundry memiliki beberapa cabang, gunakan kode cabang pada nomor order dan buat rekonsiliasi per lokasi. Ini membantu menemukan apakah selisih berasal dari kasir, kurir, perangkat, atau periode settlement.

Kesimpulan

QRIS dapat membantu bisnis menerima pembayaran dengan lebih rapi jika pilihan metode, pemeriksaan status, pencatatan, potongan, dan settlement disatukan dalam satu SOP. Gunakan informasi resmi PJP dan Bank Indonesia sebagai acuan, lalu uji alur nyata sebelum menjadikannya janji kepada pelanggan. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Usaha laundry menyiapkan QRIS dan SOP rekonsiliasi berdasarkan nomor order.
Daftar QRIS Ezeelink dan mulai terima pembayaran dari bank dan e-wallet.

Referensi

Artikel ini memakai sumber resmi Bank Indonesia untuk ketentuan QRIS, sedangkan alur nomor order, uang muka, pelunasan, dan rekonsiliasi adalah SOP ilustratif khusus laundry. Karena fitur, biaya, limit, settlement, dan kebijakan PJP dapat berubah, periksa kembali sumber Bank Indonesia serta informasi Ezeelink terbaru sebelum menjadikannya acuan. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Bank Indonesia — QRIS dan mode pembayaran — https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/sistem-pembayaran/ritel/kanal-layanan/qris/default.aspx

FAQ

QRIS statis atau dinamis yang cocok untuk usaha laundry?

QRIS statis cocok untuk satu loket dan transaksi yang mudah diawasi. QRIS dinamis lebih membantu jika nominal mengikuti berat, layanan tambahan, uang muka, pelunasan, atau banyak order aktif. Pertimbangkan perangkat, koneksi, POS, dan fitur PJP. Apa pun pilihannya, nomor order dan status berhasil tetap harus dicatat. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Bolehkah pelanggan membayar uang muka laundry dengan QRIS?

Boleh jika alur merchant dan pencatatan mendukungnya. Catat transaksi sebagai deposit, simpan nomor order dan referensi, lalu buat transaksi atau catatan terpisah untuk pelunasan. Jangan menandai order lunas hanya karena ada pembayaran sebagian. Informasikan aturan uang muka dan pembatalan kepada pelanggan.

Bagaimana jika pelanggan membayar QRIS kurang dari tagihan?

Jangan langsung menandai order lunas. Catat nominal aktual, nomor referensi, dan selisihnya, lalu beri tahu pelanggan melalui kanal resmi. Jika ada biaya tambahan atau revisi order, buat nota yang jelas. Hindari meminta pembayaran ulang sebelum memastikan transaksi pertama tidak pending atau ganda. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Berapa potongan QRIS untuk laundry?

Tidak ada satu angka yang aman untuk semua laundry. Potongan atau MDR mengikuti kategori merchant, ketentuan BI, dan pengaturan PJP. Periksa perjanjian serta kolom fee pada laporan merchant. Gunakan angka aktual saat rekonsiliasi dan jangan menuliskan tarif sebagai universal tanpa verifikasi. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Berapa lama settlement QRIS untuk usaha laundry?

Tidak ada jadwal universal. Waktu dana masuk dipengaruhi PJP, produk, cut-off, hari operasional, rekening, dan status transaksi. Cocokkan transaksi berhasil dengan jadwal settlement dan nominal bersih. Jika melewati jadwal resmi, hubungi PJP dengan nomor referensi dan laporan. Rujukan resmi: Bank Indonesia.

Apa bukti pembayaran yang perlu disimpan laundry?

Simpan nomor order, nomor referensi, tanggal dan waktu, nominal, status, serta laporan atau notifikasi yang diperlukan untuk rekonsiliasi. Batasi data pribadi pelanggan dan jangan menyimpan PIN, OTP, password, atau data autentikasi. Tetapkan masa simpan dan siapa yang boleh mengaksesnya.

Baca juga

Ditulis oleh Tim Konten Ezeelink | Diverifikasi oleh Tim Editorial Ezeelink
Diperbarui: 8 September 2026

Konsultasi Kebutuhan Bisnis Anda Gratis
Dapatkan saran personalisasi untuk kebutuhan bisnis Anda

About Tim Konten Ezeelink

Tim Konten Ezeelink adalah tim penulis yang berspesialisasi dalam edukasi pembayaran digital, QRIS, dan solusi fintech untuk UMKM di Indonesia. Konten ditulis berdasarkan pengalaman langsung dalam ekosistem pembayaran digital nasional.