MDR QRIS 0% Mulai 1 Oktober 2026: Siapa yang Mendapat dan Cara Ceknya
MDR QRIS 0 persen berlaku sejak 1 Oktober 2026 untuk pembayaran sampai Rp100.000 di semua kategori merchant, dan sampai Rp500.000 untuk usaha mikro. Di atas batas itu, tarif mengikuti kategori: 0,3% untuk usaha mikro, 0,7% untuk usaha kecil, menengah, dan besar. Cocokkan potongan dengan laporan transaksi. BI: kategori dan tarif MDR QRIS
Per Juni 2026, Bank Indonesia mencatat 44,86 juta merchant QRIS; 96,68% di antaranya UMKM. Saat memeriksa penjualan harian, kamu tetap perlu membedakan nilai pembayaran pelanggan dengan dana yang masuk ke rekening. Jadwal pencairan, refund, dan biaya layanan bisa membuat angkanya berbeda. Enam contoh transaksi di bawah menunjukkan cara mencocokkannya. Untuk memahami istilah biayanya, baca penjelasan MDR QRIS. BI: pengumuman kebijakan dan data QRIS Juni 2026
Periksa MDR pada setiap pembayaran. Catat nominal bruto, potongan, dan biaya lain di kolom terpisah, lalu cocokkan nilai bersihnya dengan laporan pencairan. Jika ada selisih, simpan nomor referensi dan mintalah rinciannya kepada Penyedia Jasa Pembayaran (PJP).
Apa yang berubah pada MDR QRIS sejak Oktober 2026?
Yang berubah adalah cakupan MDR 0%: pembebasan untuk transaksi sampai Rp100.000 diperluas ke seluruh kategori merchant. Bank Indonesia mengumumkannya bersama ASPI dalam Siaran Pers No. 28/159/DKom tanggal 17 Agustus 2026, efektif 1 Oktober 2026. Untuk nominal di atas batas itu, tarif tetap mengikuti kategori merchant dan ketentuan BI yang berlaku. BI: kategori dan tarif MDR QRIS
MDR atau Merchant Discount Rate adalah biaya jasa transaksi QRIS yang dibayar merchant kepada PJP. BI tidak mengambil bagian dari biaya ini; seluruhnya dibagi ke industri, mulai dari issuer (aplikasi pembeli seperti GoPay, DANA, OVO, atau mobile banking), acquirer (penyedia akun merchant), sampai lembaga switching.
MDR dihitung untuk setiap pembayaran. Dua puluh pembayaran yang masing-masing Rp50.000 menghasilkan MDR Rp0, sedangkan satu pembayaran Rp1 juta dikenai MDR Rp3.000 (usaha mikro, 0,3%) atau Rp7.000 (usaha kecil, menengah, dan besar, 0,7%). Karena itu, total penjualan harian saja belum cukup untuk menghitung potongannya. Gunakan transaksi yang benar-benar terjadi, tanpa memecah satu pembelian untuk menghindari tarif. BI: kategori dan tarif MDR QRIS
Siapa yang mendapat MDR 0 persen?
Pembayaran sampai Rp100.000 mendapat MDR 0% sejak 1 Oktober 2026 di semua kategori merchant. Di atas batas itu, tarif bergantung pada kategori yang tercatat di akunmu. Tabel ini merangkum dua kategori yang paling umum bagi UMKM. Pendidikan (0,6%) dan SPBU (0,4%) punya tarif sendiri di atas Rp100.000, sedangkan BLU, PSO, G2P, P2G, dan donasi sosial 0% di semua nominal. Detail paket dan biaya layanan Ezeelink dikonfirmasi transparan saat pendaftaran. Untuk tabel lengkap, lihat laman MDR QRIS Bagi Merchant: Kategorisasi dan Simulasi dari Bank Indonesia.

| Kategori merchant (BI) | Nominal per pembayaran | MDR |
|---|---|---|
| Usaha mikro (UMI) | Sampai Rp500.000 | 0% |
| Usaha mikro (UMI) | Di atas Rp500.000 | 0,3% |
| Usaha kecil, menengah, dan besar (UKE/UME/UBE) | Sampai Rp100.000 | 0% |
| Usaha kecil, menengah, dan besar (UKE/UME/UBE) | Di atas Rp100.000 | 0,7% |
Misalnya, pembayaran kopi Rp35.000 memiliki MDR Rp0 di kategori mana pun. Pesanan katering Rp250.000 tetap MDR Rp0 untuk usaha mikro, tetapi dikenai Rp1.750 untuk usaha kecil, menengah, dan besar, sehingga nilai bersih sebelum biaya lain Rp248.250. UMKM adalah sebutan kelompok usaha, bukan satu kategori tarif MDR. Periksa skema yang tercatat pada akunmu; ukuran toko dan banyaknya pembeli tidak menentukan tarif yang dipakai dalam laporan.
Bagaimana menghitung MDR di sekitar batas Rp100 ribu?
Tepat Rp100.000 masih masuk rentang MDR 0%. Untuk usaha kecil, menengah, dan besar, pembayaran yang melewati Rp100.000 dikenai 0,7% dari seluruh nominal; usaha mikro baru dikenai 0,3% setelah melewati Rp500.000. Angka batas menentukan tarif yang berlaku; kamu tidak mengurangkannya dari bruto sebelum menghitung potongan. BI: kategori dan tarif MDR QRIS
Untuk pembayaran Rp150.000 pada usaha kecil, menengah, atau besar, hitungannya Rp150.000 × 0,7% = Rp1.050. Nilai bersih sebelum biaya lain menjadi Rp148.950. Pada usaha mikro, pembayaran yang sama tetap MDR Rp0. Menghitung 0,7% hanya dari kelebihan Rp50.000 akan menghasilkan Rp350 dan membuat rekonsiliasi keliru. Simpan nominal bruto dan MDR di kolom berbeda agar staf berikutnya bisa menelusuri hitungannya. BI: kategori dan tarif MDR QRIS
Jangan memecah satu pembelian menjadi pembayaran kecil semata-mata untuk menghindari tarif. Catatan harus mencerminkan transaksi yang sebenarnya. Jika pola pembayaran memang bertahap berdasarkan kesepakatan usaha, simpan dasar, nominal, dan referensi tiap tahap. Ketentuan akun serta hasil transaksi resmi tetap menjadi acuan pemeriksaan.
Bagaimana mengecek skema akun dan potongan?
Mulailah dari laporan transaksi resmi PJP, bukan mutasi rekening. Kamu butuh empat angka per transaksi: nominal bruto, MDR, biaya lain bila ada, dan nilai bersih. Kalau nama kolom di laporanmu berbeda, tanyakan artinya ke penyedia. Panduan melihat laporan transaksi QRIS dan settlement bisa membantu kamu menyiapkan datanya.

1. Catat merchant ID (NMID), nama toko, dan outlet yang menerima pembayaran.
2. Cek kategori merchant (UMI, UKE/UME/UBE, atau kategori khusus) dan tarif yang berlaku; minta konfirmasi tertulis dari penyedia jika belum jelas.
3. Pilih transaksi berstatus berhasil dan simpan Reference ID-nya.
4. Catat tanggal bayar dan nominal yang dibayar pelanggan.
5. Pisahkan MDR dari biaya penarikan, langganan, atau layanan lain.
6. Cocokkan nilai bersih dengan rincian pencairan di periode yang sama.
Rumusnya sederhana: nilai bersih = bruto − MDR − biaya lain yang melekat pada transaksi itu. Biaya bulanan jangan dibagi ke setiap transaksi kecuali penyedia memang menghitungnya begitu. Kalau satu pencairan menggabungkan banyak pembayaran, cocokkan seluruh daftar transaksinya sekaligus.
Contoh membaca enam transaksi setelah perubahan aturan
Enam contoh berikut memakai kategori usaha kecil, menengah, atau besar (0% sampai Rp100.000, 0,7% di atasnya). Untuk usaha mikro, baris Rp150.000 sampai Rp250.000 menjadi MDR Rp0 dan baris Rp600.000 menjadi 0,3% = Rp1.800. Semua pembayaran diasumsikan berhasil sejak 1 Oktober 2026, tanpa biaya tambahan atau refund. Angka-angkanya adalah simulasi, bukan riwayat transaksi pelanggan. Cocokkan setiap bukti pembayaran dengan barisnya sendiri dalam laporan. BI: kategori dan tarif MDR QRIS

| Bruto | Skema contoh | MDR | Bersih sebelum biaya lain |
|---|---|---|---|
| Rp80.000 | UKE/UME/UBE | 0% = Rp0 | Rp80.000 |
| Rp100.000 | UKE/UME/UBE | 0% = Rp0 | Rp100.000 |
| Rp150.000 | UKE/UME/UBE | 0,7% = Rp1.050 | Rp148.950 |
| Rp200.000 | UKE/UME/UBE | 0,7% = Rp1.400 | Rp198.600 |
| Rp250.000 | UKE/UME/UBE | 0,7% = Rp1.750 | Rp248.250 |
| Rp600.000 | UKE/UME/UBE | 0,7% = Rp4.200 | Rp595.800 |
Pada pembayaran Rp600.000 untuk kategori UKE/UME/UBE, MDR-nya Rp4.200 dan nilai bersih sebelum biaya lain Rp595.800. Tarif dihitung dari seluruh bruto. Untuk setiap baris, pastikan bruto = MDR + nilai bersih jika tidak ada komponen lain. Jika laporan memakai pembulatan berbeda, mintalah penjelasan metode pembulatan dari penyedia sebelum menetapkan ada kekeliruan.
Mengapa potongan masih muncul di laporan?
Potongan yang terlihat belum tentu seluruhnya MDR. Laporan bisa memuat pembayaran dari tanggal berbeda, biaya layanan terpisah, refund, atau pencairan beberapa transaksi sekaligus. Periksa skema akun dan nama komponennya, lalu cocokkan nomor referensi sebelum mengubah selisih saldo menjadi persentase tarif.

| Yang kamu temukan | Cek berikutnya | Yang perlu diminta |
|---|---|---|
| Transaksi ≤Rp100.000 masih dipotong | Tanggal bayar, skema akun, dan nama komponen biaya | Dasar pengenaan dan rincian hitung |
| MDR Rp0 tetapi pencairan lebih kecil | Biaya lain dan transaksi yang ikut dicairkan | Rekap pencairan per transaksi |
| Skema akun belum jelas | Profil merchant dan dokumen layanan | Konfirmasi skema serta kategori akun yang benar |
| Penjualan berbeda dari laporan | Status berhasil, pending, batal, atau refund | Daftar transaksi per status |
| Notifikasi tidak muncul | Riwayat di kanal resmi merchant | Status pembayaran, bukan bunyi soundbox |
Kalau masalahnya notifikasi terlambat, ikuti pengecekan notifikasi QRIS. Kalau ada refund, pisahkan dari potongan biaya dan cek alur pengembalian dana QRIS. Keduanya butuh bukti yang berbeda dari koreksi tarif.
Apa yang disiapkan sebelum meminta koreksi ke PJP?
Siapkan satu kasus dengan bukti yang saling terhubung: transaksinya, aturan yang kamu pakai, dan potongan yang kamu pertanyakan. Pesan “saldo saya kurang” tanpa nomor referensi biasanya hanya dibalas dengan pertanyaan balik. Kirim lewat kanal resmi penyedia dan simpan nomor tiketnya.

Pakai lembar kerja ini sebagai format audit. Salin kolomnya ke spreadsheet, satu baris untuk satu pembayaran. Data pelanggan cukup dicatat seperlunya, dan PIN atau OTP tidak boleh masuk ke lembar ini.
| Kelompok kolom | Isian |
|---|---|
| Identitas | Merchant ID, outlet, order ID atau nomor invoice, Reference ID |
| Waktu dan skema | Tanggal bayar, tanggal pencairan, skema akun terkonfirmasi |
| Perhitungan | Bruto, aturan yang dipakai, MDR aktual, biaya lain, netto |
| Hasil audit | Sesuai, perlu penjelasan, atau diajukan koreksi beserta alasannya |
| Tindak lanjut | PIC finance, tanggal pengajuan, nomor tiket, jawaban, status akhir |
Contoh isian satu baris (identitas disamarkan):
| Field | Contoh |
|---|---|
| Identitas | MID-CONTOH / outlet A / INV-A / REF-A |
| Waktu dan skema | Dibayar 2 Oktober 2026; kategori merchant UKE/UME/UBE (contoh) |
| Nilai | Bruto Rp150.000; MDR aktual Rp1.050; biaya lain Rp0; netto Rp148.950 |
| Hasil | Sesuai tarif 0,7% kategori UKE/UME/UBE untuk pembayaran di atas Rp100.000 |
| PIC dan tindakan | Finance A; cocokkan ke pencairan, tutup setelah dana teridentifikasi |
Contoh pesan ke PJP: “Mohon penjelasan potongan transaksi referensi [nomor], dibayar [tanggal], bruto [nominal], kategori [kategori]. Laporan mencatat MDR [nilai]. Mohon rincian dasar tarifnya dan koreksi bila ada kekeliruan.”
Checklist finance dan langkah berikutnya
Audit selesai jika setiap selisih sudah memiliki penjelasan atau PIC yang menindaklanjuti. Untuk pemeriksaan awal setelah 1 Oktober, ambil sampel di bawah, tepat, dan di atas Rp100.000. Pastikan setiap sampel memakai skema akun yang sama dan tanggal pembayaran yang relevan.
- Cocokkan transaksi berhasil dengan order atau invoice.
- Tandai pembayaran yang terjadi sebelum dan sesudah 1 Oktober 2026.
- Periksa transaksi di sekitar batas nominal secara terpisah.
- Pisahkan MDR, biaya layanan lain, dan refund.
- Jangan tukar tanggal pencairan dengan tanggal bayar.
- Beri PIC untuk setiap selisih dan catat jawaban penyedia.
- Tutup kasus hanya setelah angka dan alasannya cocok dengan bukti.
Pakai format yang sama setiap bulan supaya pergantian kasir atau staf finance tidak mengubah cara membaca laporan. Kalau kamu baru akan membuka akun, lihat dulu langkah memiliki QRIS untuk usaha.
Periksa transaksi dan riwayat pencairan di Ezeelink
Di dashboard QRIS Ezeelink, kamu bisa memeriksa transaksi dan riwayat settlement, termasuk untuk beberapa outlet. Jadwal pencairan, kategori merchant, serta detail paket dan biaya layanan dikonfirmasi transparan saat pendaftaran. Jika ingin menerima Alipay atau WeChat Pay, tanyakan juga aktivasi kanal yang diperlukan. Hubungi tim Ezeelink untuk membahas skema akun dan laporan yang dibutuhkan usahamu.

Referensi
1. Bank Indonesia, Siaran Pers No. 28/159/DKom: Kartu Kredit Indonesia dan Kebijakan MDR 0%, 17 Agustus 2026. Pengumuman perluasan MDR 0% dan data QRIS Juni 2026.
2. Bank Indonesia, MDR QRIS Bagi Merchant: Kategorisasi dan Simulasi, 13 Oktober 2026. Tabel tarif efektif 1 Oktober 2026 dan ketentuan MDR ditanggung merchant.
3. Bank Indonesia, Siaran Pers No. 28/233/DKom: Hasil RDG 20–21 Oktober 2026, 21 Oktober 2026. Data pengguna dan merchant QRIS triwulan III 2026.
4. Bank Indonesia, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Diakses 28 Oktober 2026.
Sumber diperiksa kembali pada 4 November 2026.
FAQ seputar pemeriksaan MDR Oktober 2026
Apakah MDR 0 persen berarti tidak ada biaya layanan lain?
Belum tentu. MDR hanya satu komponen biaya transaksi. Penyedia bisa saja punya biaya lain, misalnya biaya penarikan dana, langganan aplikasi, atau sewa perangkat, tergantung paket yang kamu pilih. Cek nama setiap biaya di laporan dan dokumen paketmu. Kalau ada biaya yang tidak kamu pahami, minta penjelasannya terpisah supaya tidak tercampur dengan perhitungan MDR.
Bagaimana jika tanggal pembayaran dan tanggal pencairan berbeda?
Catat keduanya dan cocokkan lewat nomor referensi. Satu pencairan bisa berisi pembayaran dari beberapa hari, jadi jangan mengelompokkan transaksi berdasarkan hari uang masuk. Ini paling penting untuk transaksi di akhir September dan awal Oktober 2026, karena tarifnya bisa berbeda. Minta PJP menyebutkan tanggal mana yang dipakai sebagai dasar tarif, lalu simpan jawabannya.
Apakah merchant perlu mendaftar ulang untuk kebijakan baru?
Pengumuman Bank Indonesia tidak menyebut kewajiban daftar ulang. Jadi, cukup tanyakan ke penyedia akunmu apakah ada tindakan yang perlu kamu lakukan. Hati-hati dengan pesan yang meminta biaya “aktivasi MDR 0%” atau meminta PIN dan OTP. Simpan konfirmasi dari penyedia sebagai arsip. Perubahan kebijakan BI bukan alasan bagi siapa pun untuk meminta akses ke akunmu. BI: kategori dan tarif MDR QRIS
Bagaimana jika nilai potongan berbeda karena pembulatan?
Simpan angka bruto, tarif, dan potongan yang tampil apa adanya. Jangan membulatkan ulang setiap transaksi agar total cocok dengan saldo. Mintalah aturan pembulatan dan rincian hitung dari penyedia, lalu bandingkan transaksi pada periode yang sama. Jika pencairan menggabungkan banyak pembayaran, cocokkan daftar referensinya terlebih dahulu. Koreksi hanya dibuat setelah dasar perbedaannya jelas dan hasilnya terdokumentasi.
Bolehkah biaya MDR dibebankan lagi kepada pembeli?
Tidak boleh. Bank Indonesia menegaskan MDR ditanggung merchant dan tidak boleh dibebankan ke konsumen. Artinya, kamu tidak boleh menaikkan harga khusus untuk pembeli yang bayar pakai QRIS, misalnya meminta Rp101.000 untuk belanja Rp100.000. Kalau potongan MDR terasa tidak sesuai, selesaikan lewat pemeriksaan laporan dan pengaduan ke PJP, bukan dengan menagih pembeli. BI: kategori dan tarif MDR QRIS
Apa bukti yang dibutuhkan jika potongan tidak sesuai?
Siapkan merchant ID, kategori akun yang sudah dikonfirmasi, nomor referensi, tanggal bayar, nominal bruto, dan rincian potongan di laporan. Tambahkan nomor order atau invoice supaya transaksinya bisa ditelusuri di pembukuan. Tulis berapa selisih yang kamu temukan dan dasar hitungnya. Kirim lewat kanal resmi, simpan nomor tiket, dan jangan sertakan PIN, OTP, atau data pelanggan yang tidak perlu.
Baca juga
Ditulis oleh Tim Konten Ezeelink. Terakhir diperbarui 4 November 2026. Contoh transaksi dan lembar audit adalah simulasi skema merchant yang dibahas, bukan data pelanggan atau jaminan seluruh biaya layanan.




