QRIS untuk SPBU: SOP BBM, Minimum Transaksi & Shift
SPBU dapat menerima pembayaran QRIS setelah terdaftar sebagai merchant melalui PJP berizin Bank Indonesia. Operator perlu mencocokkan nominal final dispenser, status transaksi merchant, dan Reference ID sebelum menutup pembayaran. QRIS dinamis dapat membantu menyiapkan nominal, tetapi integrasi kasir serta dispenser harus dikonfirmasi. Rekonsiliasi dilakukan per shift, terpisah dari pemeriksaan pencairan. Rujukan: Bank Indonesia.
Bank Indonesia tidak menetapkan minimum nominal pembayaran QRIS. Biaya merchant tidak boleh dijadikan tambahan biaya bagi pelanggan. Jika sistem mengalami kendala pada nominal tertentu, konfirmasikan penyebabnya kepada PJP tanpa menyebut kendala tersebut sebagai minimum resmi QRIS.
Saat shift berganti, cocokkan struk kasir, transaksi merchant, dan data penjualan dispenser. Catat status belum jelas, pembayaran ganda, dan selisih sebelum menyerahkan laporan. Panduan ini merupakan kerangka kontrol pembayaran; penerapannya harus disesuaikan dengan prosedur operator, layanan PJP, dan aturan keselamatan lokasi SPBU.
Ringkasan cepat
- Bayar di titik yang aman setelah pengisian; cocokkan tagihan dengan total meter.
- Operator memverifikasi nama merchant, nominal, status, dan Reference ID.
- Catat kasus pending dan selisih saat serah terima shift.
- Cocokkan laporan PJP, rekap kasir, dan data dispenser; periksa pencairan secara terpisah.
Apakah SPBU Bisa Menerima Pembayaran BBM dengan QRIS?
Bisa. SPBU dapat menerima pembayaran BBM melalui QRIS selama terdaftar resmi sebagai merchant lewat Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) atau PJSP yang berizin Bank Indonesia, bukan sekadar memajang kode QR pribadi milik operator atau pemilik usaha. Status resmi ini penting karena setiap transaksi tercatat dengan Merchant ID yang jelas, sehingga dana punya jalur pencairan (settlement) yang aman dan bisa dipertanggungjawabkan. Rujukan: Bank Indonesia.
Baca juga: cara menyiapkan QRIS untuk usaha.
Secara operasional, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi SPBU sebelum bisa menerima QRIS di pompa maupun kasir:
- Legalitas usaha lengkap
Siapkan legalitas usaha dan dokumen penanggung jawab yang diminta PJP, misalnya NIB, izin operasional yang berlaku, NPWP badan usaha, serta identitas penanggung jawab. Daftar final mengikuti persyaratan merchant dan hasil verifikasi penyedia.
- Rekening settlement aktif
Tempat dana hasil transaksi QRIS dicairkan sesuai jadwal yang ditetapkan PJP.
- Perangkat pembayaran yang mendukung
Pilih QR statis atau dinamis sesuai alur kasir dan layanan yang tersedia. Jika kasir/EDC terintegrasi dengan dispenser, uji pemindahan nominal; tanpa integrasi, operator tetap mencocokkan angka secara manual.
- Kategori merchant yang benar
Pastikan kategori merchant dan rincian biaya layanan tercatat benar pada perjanjian. Untuk layanan Ezeelink, konfirmasikan biaya yang diterapkan saat pendaftaran; jangan menganggap tabel kategori regulator sebagai penawaran harga produk.
Gunakan QRIS setelah akun merchant dinyatakan aktif oleh PJP dan titik pembayaran diuji. Waktu verifikasi mengikuti kelengkapan dokumen serta prosedur layanan, bukan angka waktu yang berlaku untuk semua SPBU.
Alur Pembayaran dari Nozzle sampai Struk
Alur berikut adalah contoh kontrol pembayaran, bukan pengganti prosedur keselamatan SPBU. Lakukan pemindaian di titik pembayaran yang diizinkan setelah mengikuti arahan operator; jangan menggunakan ponsel saat proses pengisian berlangsung.
- Pengisian di dispenser
Operator mengisi BBM sesuai permintaan pelanggan (nominal rupiah atau volume liter). Angka final pada meteran dispenser inilah yang menjadi dasar nominal transaksi, bukan estimasi awal.
- Input nominal ke sistem kasir
Operator memasukkan nominal final dispenser ke kasir atau terminal yang mendukung. Jika integrasi tersedia, angka dapat ditarik dari sistem dispenser setelah diuji. Dalam kedua cara tersebut, operator tetap membandingkan tagihan dengan hasil pengisian.
- Generate QR dinamis
Jika menggunakan QR dinamis, buat QR dengan nominal tagihan yang sudah diperiksa. Masa berlaku dan perilaku kode mengikuti sistem PJP. Bila memakai QR statis, pelanggan mengisi nominal sendiri dan operator memeriksa kesesuaiannya.
- Pemindaian oleh pelanggan
Pelanggan memindai di titik pembayaran yang diizinkan, memeriksa nama merchant dan nominal, lalu mengonfirmasi melalui aplikasinya. Ikuti rambu dan arahan petugas terkait penggunaan ponsel di lokasi SPBU.
- Verifikasi notifikasi masuk
Operator memeriksa status transaksi pada aplikasi, dashboard, atau terminal merchant yang tersedia. Cocokkan nominal dan Reference ID; jangan hanya mengandalkan layar pelanggan. Status berhasil menunjukkan transaksi terkonfirmasi, bukan bahwa pencairan ke rekening selalu sudah selesai.
- Cetak/kirim struk
Struk berisi nomor referensi transaksi dicetak atau dikirim digital, menjadi dokumen acuan saat rekonsiliasi shift nanti.
Pastikan total tagihan mengikuti hasil pengisian yang sudah selesai, lalu arahkan pembayaran ke titik yang ditentukan SPBU. Penggunaan ponsel mengikuti rambu dan SOP keselamatan setempat, bukan dilakukan saat pengisian aktif.

Minimum Transaksi: Apa yang Perlu Dicek?
Bank Indonesia tidak menetapkan minimum nominal pembayaran QRIS. Di SPBU, petugas tetap perlu memastikan nominal tagihan benar, layanan merchant aktif, dan aplikasi pelanggan dapat memproses pembayaran. Jika ada kendala pada jumlah tertentu, telusuri penyebabnya bersama PJP. Bedakan ketentuan QRIS, kemampuan sistem, dan SOP pelayanan agar pelanggan mendapat penjelasan yang tepat.
- Aturan dari PJP
Biaya merchant serta jadwal pencairan mengikuti layanan dan perjanjian yang berlaku. Konfirmasikan rincian penawaran Ezeelink pada dokumen pendaftaran atau perjanjian merchant. Catat biaya secara terpisah dari penjualan BBM agar kasir dan finance dapat menjelaskan dana bersih yang diterima. Biaya merchant tidak ditambahkan pada tagihan pelanggan.
- Kebijakan internal operator/SPBU
Jika petugas menemukan kendala pemrosesan nominal kecil, periksa sistem dan hubungi PJP. Jangan menyebut kebijakan internal sebagai minimum resmi Bank Indonesia atau langsung mengalihkan pelanggan ke tunai tanpa menjelaskan kendala yang sebenarnya.
Yang wajib dicek operator sebelum menolak atau membatasi transaksi QRIS bernominal kecil:
- Apakah pembatasan berasal dari sistem PJP (teknis) atau kebijakan internal (operasional)?
- Apakah kebijakan tersebut sudah diinformasikan jelas ke pelanggan sebelum transaksi, agar tidak menimbulkan komplain di kasir?
- Apakah pembatasan tidak melanggar aturan Bank Indonesia yang melarang surcharge atau perlakuan diskriminatif terhadap metode pembayaran resmi?
QRIS Statis atau Dinamis di Area SPBU
Untuk SPBU, pilihan antara QR statis dan QR dinamis bukan sekadar preferensi teknis — dampaknya langsung terasa pada kecepatan antrean dan akurasi transaksi harian.
Baca juga: perbedaan QRIS statis dan dinamis.
QR Statis: Pembeli Memasukkan Nominal
QR statis adalah kode tetap yang dipajang permanen, di mana pelanggan sendiri yang mengetik nominal saat memindai. Cara ini murah dan mudah dipasang, tapi berisiko tinggi di SPBU: pelanggan bisa salah ketik nominal, lupa menyesuaikan dengan angka di dispenser, atau terburu-buru karena antrean di belakangnya. Kesalahan semacam ini baru ketahuan saat rekonsiliasi, dan penyelesaiannya memakan waktu karena harus menelusuri siapa pembayarnya.
QR Dinamis: Merchant Menyiapkan Nominal
QR dinamis memuat nominal yang dibuat merchant sehingga pelanggan tidak perlu mengetik jumlah. Integrasi dengan kasir atau dispenser dapat membantu jika tersedia. Operator tetap perlu memeriksa nilai awal, nama merchant, dan status pembayaran; QR dinamis tidak membuat risiko kesalahan menjadi nol.
QR dinamis dapat dipertimbangkan saat nominal pengisian bervariasi dan antrean ramai. QR statis tetap bisa digunakan dengan kontrol nominal yang disiplin. Pilihan sistem mengikuti dukungan PJP, perangkat kasir, biaya, dan kesiapan operator.
Beberapa SPBU tetap menyiapkan QR statis sebagai cadangan bila sistem kasir dinamis sedang gangguan, tapi ini sebaiknya menjadi opsi darurat, bukan metode utama — mengingat risiko salah input yang lebih tinggi pada QR statis tetap perlu diawasi manual oleh operator.
| Aspek | QRIS statis | QRIS dinamis |
|---|---|---|
| Input nominal | Pelanggan mengetik jumlah | Merchant menyiapkan nominal |
| Pemeriksaan | Cocokkan input dengan tagihan BBM | Periksa tagihan sebelum membuat QR |
| Perangkat | QR yang ditampilkan dan akses merchant | Perangkat/aplikasi yang mendukung |
| Integrasi dispenser | Jangan diasumsikan tersedia | Konfirmasi fitur dan uji pencocokan |
| Status pembayaran | Tetap diverifikasi di sisi merchant | Tetap diverifikasi di sisi merchant |
Pilihan statis atau dinamis menentukan pihak yang memasukkan nominal. Keduanya masih memerlukan pencocokan dengan tagihan BBM; integrasi otomatis dengan dispenser tidak boleh diasumsikan tersedia.

SOP Verifikasi Pembayaran Sebelum Kendaraan Pergi
Sebelum pembayaran ditutup, operator perlu memastikan transaksi terverifikasi pada sistem merchant dan nominal cocok dengan tagihan BBM. Jika status belum jelas, ikuti prosedur bantuan lokasi agar penanganan tidak mengganggu keselamatan atau memicu pembayaran ganda.
- Baca juga: penanganan notifikasi QRIS yang belum muncul.
- Tunggu status sukses di sisi kasir/PJP, bukan di HP pelanggan, layar konfirmasi di aplikasi pembayaran milik pelanggan bisa saja gagal sinkron atau menampilkan status yang belum final. Operator hanya boleh mengacu pada notifikasi yang muncul di dashboard atau EDC milik SPBU sendiri.
- Catat Reference ID transaksi — setiap pembayaran QRIS yang berhasil menghasilkan nomor referensi unik. Nomor ini wajib dicatat atau otomatis tersimpan di sistem kasir, karena menjadi kunci pencarian jika terjadi sengketa atau perlu ditelusuri ke PJP.
- Cocokkan nominal di notifikasi dengan nominal di dispenser, pastikan angka yang masuk sama persis dengan hasil pengisian, bukan hanya "status sukses" tanpa cek nominal.
- Baru cetak atau kirim struk setelah dua poin di atas terpenuhi, struk berfungsi sebagai bukti final, sehingga tidak boleh diterbitkan lebih dulu sebagai asumsi pembayaran akan berhasil.
- Persilakan kendaraan pergi setelah struk diserahkan, bukan setelah pelanggan menunjukkan layar HP-nya.
Jika notifikasi belum masuk dalam waktu wajar (misalnya karena koneksi lambat), operator sebaiknya punya jalur eskalasi cepat, lalu cek ulang di dashboard PJP atau hubungi support sebelum mengizinkan kendaraan meninggalkan lokasi tanpa konfirmasi jelas.
Pemeriksaan dilakukan melalui sistem merchant yang digunakan SPBU. Cocokkan nama, nominal, status, dan Reference ID; tangkapan layar pembeli atau QR pribadi operator bukan dasar yang cukup untuk pencatatan.

Pergantian Shift dan Serah Terima Kasir
Pergantian shift adalah titik rawan kedua setelah verifikasi pembayaran, karena di sinilah tanggung jawab transaksi berpindah dari satu operator ke operator berikutnya. Tanpa serah terima yang terdokumentasi, selisih QRIS sulit ditelusuri milik shift mana.
SOP serah terima yang perlu dijalankan:
- Catat saldo awal shift
Jumlah transaksi QRIS dan nominal kumulatif dari dashboard PJP pada saat shift dimulai, sebagai titik nol perhitungan.
- Tutup sesi kasir sebelum operator meninggalkan pompa
Tutup periode shift dan tandai transaksi terakhir. Transaksi yang belum terkonfirmasi dicatat beserta status, waktu, Reference ID bila tersedia, dan petugas penanganan untuk diteruskan ke shift berikutnya.
- Catat transaksi terakhir secara eksplisit
Nomor Reference ID, nominal, dan waktu transaksi terakhir di shift tersebut dicatat di lembar serah terima, sebagai batas jelas antara tanggung jawab shift lama dan shift baru.
- Serahkan bukti fisik dan digital
Struk terakhir, rekap dashboard PJP untuk periode shift berjalan, dan catatan transaksi bermasalah (jika ada) diserahkan bersamaan, bukan menyusul.
- Operator baru melakukan verifikasi silang
Cocokkan periode, ringkasan transaksi, struk, dan catatan kasus pada laporan merchant sebelum menandatangani serah terima. Saldo kas fisik dihitung terpisah; jangan menyamakan saldo laporan transaksi dengan dana yang sudah cair ke rekening.
- Tanda tangan dua pihak
Operator lama dan baru sama-sama menandatangani lembar serah terima sebagai bukti akuntabel jika terjadi selisih di kemudian hari.
Dokumentasi bertahap seperti ini membuat proses rekonsiliasi akhir hari jauh lebih cepat, karena selisih jika ada, sudah bisa dipersempit ke shift dan operator tertentu sejak awal, bukan ditelusuri ulang dari nol.
Batas waktu shift menentukan transaksi mana yang masuk laporan. Catatan pending, pembayaran ganda, dan selisih harus diteruskan kepada petugas berikutnya dengan bukti, bukan dihapus agar total terlihat sesuai.

Rekonsiliasi QRIS per Shift
Rekonsiliasi QRIS yang akurat membutuhkan tiga sumber data yang dicocokkan bersamaan, bukan hanya mengandalkan satu sisi laporan. Jika hanya mengecek dashboard PJP tanpa membandingkan ke dispenser, selisih akibat kesalahan input tetap bisa lolos.
Baca juga: cara membaca laporan transaksi QRIS merchant.
Tiga sumber yang wajib disandingkan setiap akhir shift:
- Laporan dashboard PJP
Laporan transaksi merchant menunjukkan QRIS berhasil, nominal, status, waktu, dan Reference ID pada periode shift. Dana yang sudah dicairkan diperiksa pada laporan pencairan terpisah sesuai jadwal PJP.
- Rekap sistem kasir
Jumlah struk QRIS yang diterbitkan operator selama shift, lengkap dengan nomor referensi masing-masing. Rekap ini menunjukkan apa yang tercatat di sisi SPBU.
- Data totalizer dispenser
Data dispenser memberi pembanding volume dan nilai penjualan pada periode shift. Samakan batas waktu, harga, dan metode pembayaran yang dihitung. Data ini tetap perlu diperiksa bersama rekap kasir; jangan menganggap satu sumber tidak mungkin salah.
Langkah pencocokan:
- Jumlah transaksi di laporan PJP harus sama dengan jumlah struk kasir untuk shift tersebut.
- Total nominal QRIS + tunai + metode lain harus sejalan dengan total rupiah dari data dispenser.
- Setiap selisih dicatat dengan kategori jelas: transaksi gagal tapi struk tercetak, transaksi ganda (double payment), notifikasi terlambat karena koneksi, atau kesalahan input nominal.
Selisih yang tidak bisa dijelaskan pada hari yang sama sebaiknya langsung eskalasi ke penanggung jawab shift dan PJP terkait, bukan dibiarkan menumpuk ke laporan mingguan karena semakin lama, semakin sulit ditelusuri ke transaksi dan operator spesifik yang bertanggung jawab.
| Sumber | Data yang diperiksa | Batas pencocokan |
|---|---|---|
| Laporan merchant/PJP | QRIS berhasil, nominal, waktu, Reference ID | Gunakan periode shift yang sama |
| Rekap kasir | Struk QRIS, tunai, dan metode lain | Pisahkan metode agar tidak dihitung ganda |
| Data dispenser | Volume, harga, total penjualan | Samakan periode dan cakupan transaksi |
| Laporan pencairan | Dana bersih, biaya, jadwal PJP | Diperiksa terpisah dari status pembayaran |
Bandingkan transaksi QRIS dengan catatan kasir dan data penjualan dispenser pada periode yang sama. Laporan pencairan diperiksa terpisah karena waktu dana masuk tidak selalu sama dengan waktu transaksi.

Butuh Bantuan Menata QRIS dan Laporan Shift SPBU?
Baca juga: solusi QRIS Ezeelink.

Referensi
Sumber resmi dan bacaan pendukung
- Bank Indonesia — QRIS: cara kerja statis/dinamis, batas transaksi, dan pendaftaran merchant. Diakses 2 Oktober 2026.
- Bank Indonesia — PADG No. 24/1/PADG/2022: batas QRIS Rp10 juta per transaksi dan batas kumulatif yang dapat ditetapkan penerbit. Diakses 2 Oktober 2026.
- Bank Indonesia — 5 Panduan Praktis Saat Menggunakan QRIS: tidak ada minimum nominal dan tidak ada tambahan biaya bagi pembeli. Diakses 2 Oktober 2026.
- Kementerian ESDM/Ditjen Migas — Buku Keselamatan SPBU (2018): pedoman keselamatan pengoperasian SPBU. Ikuti rambu dan SOP keselamatan lokasi. Diakses 2 Oktober 2026.
FAQ Seputar QRIS untuk SPBU
Apakah pelanggan bisa membayar sebagian tunai, sebagian QRIS untuk satu pengisian?
Pembayaran sebagian tunai dan sebagian QRIS bergantung pada kebijakan SPBU serta kemampuan kasir. Bila diperbolehkan, operator mencatat porsi tunai dan membuat pembayaran QRIS hanya untuk sisanya, lalu memastikan keduanya sama dengan tagihan BBM. Jangan menganggap satu QR dinamis membagi pembayaran otomatis. Simpan struk dan Reference ID agar transaksi dapat dicocokkan saat akhir shift tanpa menghitung nominal dua kali.
Bagaimana jika notifikasi pembayaran tidak muncul padahal saldo pelanggan sudah terpotong?
Periksa riwayat di sisi merchant dan pelanggan, lalu simpan nominal, waktu, serta Reference ID bila tersedia. Jangan langsung meminta pembayaran kedua ketika status awal belum jelas. Hubungi kanal resmi PJP dan ikuti prosedur bantuan SPBU. Petugas perlu mengarahkan penanganan ke titik yang aman serta mencatat siapa yang melanjutkan kasus jika shift berganti, tanpa menyelesaikannya berdasarkan screenshot atau dugaan saja.
Apakah QRIS SPBU wajib pakai QR dinamis?
QRIS dinamis tidak otomatis menjadi kewajiban bagi setiap SPBU. Metode ini dapat membantu ketika nominal tagihan bervariasi karena jumlah dibuat merchant. Namun, kasir tetap memeriksa angka dan status pembayaran. QR statis juga memerlukan pencocokan nominal yang dimasukkan pelanggan. Tentukan pilihan berdasarkan layanan PJP, kemampuan perangkat, volume transaksi, biaya, serta SOP operator, bukan klaim bahwa satu metode bebas dari kesalahan.
Siapa yang menanggung biaya MDR, SPBU atau pelanggan?
Biaya merchant QRIS ditanggung merchant, bukan dijadikan tambahan bagi pelanggan. Bank Indonesia menegaskan bahwa pengguna QRIS tidak dikenai biaya tambahan saat membayar. Untuk SPBU yang menggunakan Ezeelink, rincian biaya layanan perlu dikonfirmasi pada perjanjian merchant. Pisahkan nominal penjualan BBM, biaya merchant, dan dana bersih yang dicairkan agar petugas tidak menambahkan potongan merchant ke tagihan pelanggan.
Apa yang harus dilakukan jika ditemukan transaksi ganda saat rekonsiliasi?
Simpan kedua Reference ID, nominal, waktu, dan bukti transaksi. Cocokkan dengan struk kasir serta penjualan BBM pada periode yang sama sebelum menyatakan pembayaran ganda. Jika terkonfirmasi, ikuti prosedur pengembalian yang disepakati dengan PJP dan pengelola SPBU. Catat persetujuan serta bukti penyelesaian agar dana tidak dikembalikan dua kali atau status kasus hilang saat pergantian petugas.
Berapa lama dana QRIS SPBU masuk ke rekening?
Waktu pencairan dana ke rekening merchant mengikuti layanan PJP, jadwal cut-off, dan ketentuan perjanjian. Notifikasi transaksi berhasil tidak otomatis berarti saldo rekening sudah bertambah saat itu juga. Konfirmasikan jadwal ketika mendaftar, lalu cocokkan laporan pencairan dengan transaksi berhasil dan biaya yang dikenakan. Jika dana belum masuk sesuai jadwal, simpan bukti dan hubungi kanal resmi PJP untuk penelusuran.
Baca juga
Ditulis oleh Tim Konten Ezeelink
Diperbarui: 27 Oktober 2026 | Sumber resmi diperiksa: 3 Oktober 2026




